Selasa, 20 Mei 2014

Kakak Sahla Masuk SD



   

Tak terasa, Sahla sekarang sudah berumur 6 tahun. Saat ini Sahla masih duduk di bangku sekolah TK-B Granada, Karawaci Tangerang. Dan tahun ini juga Sahla akan masuk SD. Setelah melalui diskusi yang panjang dengan istri, juga dengan pertimbangan informasi-informasi mengenai sekolah SD yang ada di wilayah Karawaci akhirnya kami memutuskan untuk memasukan Sahla ke SDIT Granada yang lokasinya tidak jauh dari TK Granada. Pada hari sabtu pagi tanggal 5 April 2014, dengan mengendarai motor, saya mengantarkan Sahla ke SDIT Granada untuk menjalani tes Calistung dan Psikotest.



Beberapa minggu sebelumnya saya mengikuti acara konsultasi orang tua calon siswa dengan psikologi sekaligus acara pengumuman hasil psikotest calon murid SDIT. Lho, belum test kok sudah ada pengumuman hasil test? Memang, saat pertama Granada mengadakan test untuk calon siswa, saat itu Sahla berhalangan hadir karna sedang dirawat di RS Sari Asih.


Jadi ketika Granada mengadakan pengumuman hasil psikotest dan ada arahan dari psikolog anak mengenai apa yang harus dipersiapkan calon siswa Granada, saya merasa perlu untuk mengikuti acara tersebut.

Dipintu gerbang kami disambut oleh security yang ramah, dan langsung mengarahkan kami menuju tempat Registrasi. Lalu semua calon siswa yang mengikuti test susulan diminta naik kelantai II untuk mengikuti test tersebut. Kurang lebih 2 Jam acara tersebut selesai dan kami diminta datang esok harinya untuk mengikuti psikotest.



Dua minggu kemudian hasil tes nya sudah keluar, kebetulan istri yang ambil ke Granada. Hasilnya cukup memuaskan. Semoga di SDIT Granada Sahla bisa mendapat pendidikan yang kami harapkan, menjadi anak solehah dan cerdas, Amiin..

Senin, 19 Mei 2014

Membuat Rak Gantung (Hang Rack)



Berawal dari hoby kegiatan bertukang, satu persatu peralatan tukang pun hadir dirumah kami. Ada tang, water pass, penggaris siku, gergaji, penjepit, ketam dan yang lainnya. Lama kelamaan wadah untuk menempati peralatan tadi sudah tidak dapat menampung lagi. Kalau saya sembarangan menaruh peralatan tukang, istri saya akan protes, karena anak kami yang kecil, Angbin suka pegang-pegang peralatan tukang saya. Kalau pas yang dipegang adalah peralatan yang tajam atau yang beresiko menjepit seperti tang, tentunya itu berbahaya untuk anak kami.

Lalu saya punya ide untuk membuat rak gantung (hang rack)untuk peralatan saya. Pertama saya menyiapkan kayu panjang  untuk perantara kayu dan dinding. Juga kayu-kayu selebar 8 cm untuk tempat menggantung kawat (kait). 



 
  
Satu persatu kayu-kayu itu saya rangkai

 Membuat kawat gantung (kait)

Test untuk menggantung gergaji dan siku


Hasilnya..

Hmmm, tapi kesannya kok berantakan ya.. mungkin posisi kayunya harus saya rubah menjadi horizontal semua, biar terlihat lebih rapih

Selasa, 06 Mei 2014

Angbin Namanya




Angbin sekarang berumur 2,5 tahun. Semakin hari semakin pintar saja. O ya sekarang Angbin sedang senang bersenandung. Senandung terbarunya “Cicak-cicak di dinding” sebelumnya, seminggu yang lalu senandungnya “Balon Ku”. Kenapa bersenandung  karena ia belum bisa bernyanyi, hihihi.. “ hm hm, hm hm, hm hm hm” awalnya kami belum ngeh kalo Angbin sedang bersenandung, tapi lama-lama kita ngeh dengan nada-nadanya, “lho, itu kan lagunya - balon ku-“ kata istri saya senang. 

Selain suka bersenandung  Angbin sekarang lebih senang mengexpresikan kemarahannya dengan berenang dilantai. Kalau kami melarang sesuatu, Angbin langsung tengkurap di lantai, minta dibujuk dan di gendong, hadeeeuh..  sewaktu umur 2 tahun kalo dia marah atau sedih biasanya dia mencari kursi atau sesuatu objek yang empuk untuk menyembunyikan wajahnya trus menangis, atau yang lebih extrim dia menjeduk-jedukan kepala di dinding. Tapi walaupun begitu angbin kalau sedang nangis gak akan berlama-lama, tangisnya segera berhenti kalau kami membujuknya.

Angbin itu menyukai makanan berkuah, makanan favoritnya adalah “Soto Ayam Cak Holil” kalo kami menyuapinya dengan menu tersebut, sudah dipastikan makannya banyak. Dan Angbin itu suka ngemil, kalo ga ada cemilan dia akan cepat bosan kalo sedang bermain. Jadi cemilan adalah salah satu obat anti galau untuknya. Beberapa camilan favoritnya adalah kerupuk ,  sereal gandung “Honey Star” dan goreng tempe.

Waktu Angbin masih bayi kami sempat memberinya susu formula, karena mimi susunya banyak. Kalau mengandalkan ASI, istri saya merasa kewalahan. Tapi efek dari susu formula, kalau malam  Angbin jadi rewel, hidungnya mampet-mampet. Selama beberapa bulan kami tidak menyadari kalo itu adalah alergi dari susu formula, kami menyangka Angbin terkena Alergi dingin AC. Setelah susu formula di stop barulah mampet hidungnya hilang sama sekali.
2 minggu yang lalu, gak sengaja botol susu Angbin kebawa ke kantor saya.. wkwkwk...

Waktu umur 1.5 tahun Angbin mengalami susah buang air kami mencobanya member agar-agar, Alhamdulillah BAB nya lancar. Tapi lama kelamaan Angbin bosan dengan agar-agar, dan BAB nya susah lagi. Lalu kami kasih susu formula yang Soya, tapi BAB nya tetap susah plus hidungnya mampet. Lalu susunya kami ganti dengan susu kedelai Malelia dan Alhamdulillah BAB nya jadi lancar plus hidung mampetnya hilang. Karena Angbin ga bisa minum susu sapi maka Angbin saya sebut “Anak Kedele”  makan tahu tempe plus susu kedele, hihihi..

Sejak umur  1 tahun Angbin biasa bermain Handphone Android, kesukaanya nonton video upin-ipin dan melihat-lihat foto. Tidak jarang foto-foto atau kontak telpon kami banyak yang hilang secara misterius setelah handphone dimainin Angbin. Atau ada telp maupun sms dari teman atau kerabat yang menanyakan “ ada apa tadi miscall-miscall?” atau ada SMS “Wooy sms apa sih lo?” setelah saya liat di send massage saya, rupanya Angbin baru saja mengirim sms ke teman saya yang isinya “sdfhhhhiefff” wualaaah… Selain main HP angbin juga suka nonton lagu anak di computer, sampai saat ini Angbin masih menyamakan computer dengan HP touch screen. Jadi dia selalu memencet-mencet monitor computer kami.

Corat-coret adalah salah satu kegiatan favoritnya, sewaktu rumah kami belum direnovasi, kami memang membiarkan Angbin mencoret –coret tembok rumah kami dimana dia suka. Tapi setelah direnovasi kami mulai mengarahkannya untuk hanya mencoret-coret dikertas saja. Awalnya memang sulit untuk membiasakannya. Dan sekarang pun kadang kami masih suka kecolongan, tidak ada angin tidak ada hujan tau-tau sudah ada graffiti karya Angbin di dinding rumah kami. Kalau coretannya pake pinsil kami masih bisa bersihkan coretannya dengan ScootBrite biru, tapi kalo pake pulpen dan spidol.. wuaah itu yang susah.

Kegiatan favorit Angbin yang lainnya adalah mandi, Angbin tidak suka kalau kami terlalu cepat memandikannya. Ia ingin menyiduk-nyiduk air dulu, main shower dulu, memain-mainkan kran atau bermain dengan menyiram-nyiramkan air ke wajah orang yang memandikannya. Saat ini kami sedang membiasakannya untuk menyikat gigi, ini memang butuh waktu yang lama. Salah satu caranya kami selalu menunjukan kalau menyikat gigi itu menyenangkan, misalnya kami menyikat gigi sambil senyum-senyum atau sambil bersenandung. Memang Angbin sampai saat ini belum bisa menyikat giginya sendiri, dan kalo saya bersihin giginya pun kadang ia berontak. Tapi ketika sedang bermain Angbin sering berpura-pura sedang menyikat gigi dengan menggoyang-goyangkan jari telunjuknya di depan giginya.   Alhamdulillah.
.
Oo Ya, Angbin itu artinya madu dalam bahasa arab. Saya memang berharap kalau sudah besar nanti, Angbin banyak memberi manfaat buat orang banyak layaknya madu. Amin.. Oo ya nama lengkapnya , Angbin Shaheema Madina. Nama belakangnya saya ambil dari suatu tempat yang selalu saya rindukan yaitu kota Madinah Al- Munawaroh. Ketika Angbin dilahirkan, saya sedang menunaikan Ibadah Haji  pada tahun 2011, yang waktu itu posisi saya memang sedang ada di kota Madinah. Pada kenyataannya Angbin memang suka madu, kami memang rutin memberi  madu pada 2 anak kami. Agar daya tahan tubuh mereka baik dan tidak mudah terserang penyakit. Kalau saya memegang botol madu, Angbin langsung mendekat untuk meminta jatahnya.

Semoga Allah selalu memberi kesehatan pada anak-anak kami. Amin..

Senin, 05 Mei 2014

Membuat Pintu Kitchen Set

 Rencana merenovasi rumah akhirnya kesampaian juga. Pada bulan oktober 2013, selama kurang dari 2 bulan kami tinggal sementara dirumah mertua untuk mengungsi.. Selesai direnovasi ternyata masih menyisakan beberapa masalah. Salah satunya adalah dapur yang masih berantakan. Dibawah bak cuci dan kompor tampak barang-barang berserakan tak tertata. Melihat itu istri saya pun melontarkan suatu ide. “Yah, itu dibawah bak cuci sama kompor dibuatin pintu dong, biar rapi..” Mendengar itu saya hanya tersenyum. “Wah kalo untuk proyek besar-besar gitu ayah blom berani” kata saya. Tetapi perkataan istri itu selalu terngiang ditelinga saya, hingga akhirnya saya mencoba memberanikan diri untuk mencobanya. Yang pertama saya memikirkan akan dibuat seperti apa pintunya? Melihat dari bentuk dan warna keramik dapur saya merasa sreg kalo pintu kitcen setnya dibuat natural, tanpa sentuhan warna lain.

 Lalu untuk ide bentuk pintu kayunya, saya harus pergi ke lapak penjual kayu untuk mengetahui potongan-potongan kayu apa saja yang tersedia. Saya tertarik dengan ukuran kayu dengan tebal 1 cm dan lebar -+ 8 cm. untuk bagian daun pintunya.


 Satu potong kayu dengan tinggi 90 cm dihargai 5.000 rupiah oleh pakde penjual kayu. Untuk kusennya saya beli 10.000 dengan panjang 3 meter lebar 5cm dan tebal 4cm. Jenis kayu tersedia kayu kamper dan meranti. Pertama-tama saya membuat kusen untuk pintunya. Saya pakai kayu ukuran lebar 5 cm dan tebal 4 cm. Saya gunakan siku dan waterpass agar waktu dipasang kayunya kusennya presisi menyiku dan tidak miring.


 Agar menempel di tembok dengan kuat dan tidak merusak tembok saya gunakan bor, fisher dan skrup. Mata bor Boss Multi Purpose (untuk kayu, beton dan besi) ukuran 3 mm untuk kayu, 6mm untuk tembok dan fisher 6mm untuk ditembok.


 Pertama pasang kusen bagian bawah, lubangi kayu dengan bor sampai menembus lantai dengan mata bor 3mm, lantai yang sudah bertanda dengan mata bor tadi di lanjutkan dengan bor 6mm dengan kedalaman sesuai panjang fisher . Pasang fisher dengan mengetoknya tidak terlalu keras dengan martil, pasang kayu lalu disekrup. Lalu dilanjutkan dengan pemasangan kayu kusen seperti cara tadi untuk kusen bagian samping dan atas. Selanjutnya saya membuat bingkai untuk merangkai pintu.

Membuat bingkai

Pakai siku plastic atau plat besi untuk menghubungkanya agar kayu menyiku.


 Jangan lupa dibor dan diskrup pada bagian ujung-ujungnya agar lebih kuat. Lalu saya memasang engsel pada bingkai yang barusan saya buat, setelah selesai baru saya pasang bingkai yang sudah berengsel tadi pada kusen yang sudah menempel didinding.

Bingkai yang sudah dipasang di kusen.

 Selanjutnya memasang rangkaian kayu pada bingkai. Potong kayu sesuai tinggi pintu, pasang pada tengah bagian kusen lalu jepit dengan klem agar tidak goyang. Gunakan siku agar posisi kayu tidak miring.


 Kayu yang sudah dijepit tadi dibor dengan mata bor 3mm sampai menembus bingkai. Lalu skrup untuk mengikatnya.
Eksyen dulu ah..

Satu persatu dirangkai.

 Bagian dalamnya.

 Penampakan sementara. Kayu-kayu sudah dirangkai semua.

 Penampakan ketika pintu terbuka.

 Pasang lis dibagian atas bawah dan menyilang.

 Pasang handlenya. List pintunya nampak segitiga tapi ini bukan lambang iluminati yah..! hehe..

 Pekerjaan belum selesai, masih ada 2 set pintu menunggu di eksekusi.

 Pintu, yang ujung sengaja saya kasih list yang jelek, biar terlihat rustic art nya.

 Rustic Door

 Penampakan keseluruhan.

 Tampak depan. 

 Bagaimana??.. gampang kan membuatnya. Yang penting kita punya kemauan dan kesungguhan insyaallah pekerjaan yang awalnya terlihat sulit ternyata mudah ketika dikerjakan.